Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

When the Pen's Working

Selalu ada langkah pertama untuk memulai.. aku pengen memulai suatu toko online kecil-kecilan, tapi.. kalau buat akun baru di multiply, itu artinya aku harus mencari teman-teman baru, ya?

Menurut kalian bagaimana kalau aku ngubah akun user yang ini menjadi sebuah toko online?

Kalau banyak pendukung, aku beneran jadi semangat loh.. ^_^

Nanti tokonya aku kasih nama "Teamo Bebé Shop" ^_^
Artinya: I love you Baby Shop (in Spanish)

jadi bisa diartikan sebagai: toko bayi "Teamo" atau toko "Teamo Bebé" ya nggak? :p

Gimana?

Blog EntryDec 29, '10 10:18 PM
for everyone

Pernah gak kemakan iklan? Trus habis itu nyesel setengah idup? Aku pernah.. Tapi yang jelas, orang-orang di sekitarku banyak banget yang jelas-jelas kemakan iklan. ^_^

Hamil Zee adalah hal yang kami tunggu-tunggu sejak lama. Makanya pas aku telat datang bulan sampe lebih dari seminggu, test pack menunjukkan dua garis, dan gambar USG dari dokter menunjukkan bahwa rahimku membesar sampai 6 cm, kami senang bukan kepalang. Mulailah banyak makanan yang "do and don't" dimakan. Tidak boleh makan mie goreng instan yang selama ini aku suka, tidak boleh makan pedes-pedes (ntar bayinya belekan --- yang ini aku bandel, tapi Zee gak belekan, tuh?). Harus makan sayur, ikan gak boleh digoreng, dan minum susu.

Untuk hal minum susu ini, jujur banget, -dengan dalih "sayang anak"- aku kemakan iklan. Aku sibuk minum susu bubuk khusus ibu hamil yang sering muncul di tivi. Rasanya wow! Gak enak sama sekali! Aku coba berbagai merk, berbagai rasa. Ada yang "lumayan" enak.. rasa stroberi... walaupun kotak kedua habisnya lebih dari sebulan.

Suamiku? Gak nyuruh juga gak ngelarang! Suka-sukaku mo minum susu atau nggak! Yang penting jangan makan mie goreng dan jangan muntah! (hix..hix..)

Suatu saat ketika aku kontrol bulanan ke obgyn... Aku nanya: "Dok, saya harus minum susu, ya?"

Obgyn:"Ya.. kalau ada rejeki lebih, silakan beli susu khusus ibu hamil." (kok, kalo ada rejeki lebih?)

Aku:"tapi rasanya gak enak, dok...enakan susu kotak biasa"

Obgyn:"memang susu ibu hamil rasanya gak enak, bu.. karena dia rendah lemak. Kalau susu kotak UHT, kan? Itu banyak lemaknya. Jadi enak. Kalau ibu gak suka, boleh kok minum susu kotak."

Nah loh? Sejak saat itu aku minum susu UHT, susu ibu hamil ada sih (masih kemakan iklan) tapi jarang-jarang banget diminumnya.

~~~

Orang kedua (setelah diriku) yang ketauan kemakan iklan selama aku hamil adalah...

Salah satu bos di kantorku.

Bos:"Syari minum susu apa?"

Aku:"PM pak, rasa stroberi, cuma itu yang harganya masuk akal plus rasanya lumayan."

Bos:"Minum AM aja! Biar anaknya pinter. Istri saya pas anak pertama minumnya PM, anak kedua AM, Anak saya yang nomer dua lebih pinter dari kakaknya."

Aku:"Tapi susu AM harganya mahal, pak! Rasanya juga gak enak!"

Bos:"Ya terserah, saya cuma menyarankan."

(Bos..Bos.. Habibie ibunya gak pernah minum susu AM tapi dia pinter luar biasa tuh! ^_^)

~~~

Orang ketiga yang ketauan kemakan iklan selama aku hamil adalah...

Adikku tercinta.. (wakakakak)

Adik:(nelpon aku)"Mbak, mbak gak minum susu AM? Biar anaknya pinter."

Aku:"Gak ah, dek! Mahal! Lagian dulu bunda gak pernah minum susu AM, tapi kita pinter tuh!" (Yah, paling nggak, gak bego-bego amat, lah :D)

~~~

Ada lagi yang ngerasa kemakan iklan? Waakakakakak...

*Penulis sekarang udah insaf, gak kemakan iklan susu bubuk lagi... Setelah sempet berencana ngasih susu DC buat Zee selewat setaun... wakakakak.. Maafkan penulis, yak!*


(copas dari note FB juga :p)


Blog EntryDec 29, '10 9:48 PM
for everyone

Gak lama setelah aku melahirkan, Ayah Zee ditelepon oleh sales susu bubuk dari PT K**** F****. Karena Ayah Zee gak tau menau soal susu yang aku minum -gak peduli tepatnya, soalnya Ayah Zee tau bahwa susu itu gak harus diminum oleh ibu hamil- maka Ayah Zee ngasih nomer teleponku untuk bicara langsung sama aku. Dan sang sales pun menelepon aku (sampe sekarang aku heran, dapet darimana dia nomer telepon Ayah Zee?)

Suatu siang yang indah, di rumah. Untung saat itu Zee sudah tidur, kalo nggak, udah kena damprat tuh mbak sales :)

Mbak Sales (MS): Selamat siang, bu. benar ini dengan ibu Yeptirani?

Aku: Siang, iya benar.

MS: saya dari PT KF bu, apakah benar ibu sudah melahirkan?

Aku: Iya benar.

MS: wah, selamat ya bu.. pasti bahagia sekali sekarang. Kalo boleh tau, anaknya laki-laki atau perempuan, bu?

Aku: laki-laki.

MS: Oh, selamat ya bu, jagoan rupanya. Kalo boleh tau lagi, lahirnya normal atau dengan tindakan, bu?

Aku: dengan tindakan.

MS: oh, begitu... tindakannya apa kalo boleh tau, bu? (kalo boleh tau mulu!)

Aku: sesar.

MS: Oh, begitu.. semoga ibu cepat pulih, ya bu.. Jangan lupa obat dari dokternya diminum dengan teratur ya bu

Aku: ya.

MS: Bayinya diberi asupan apa bu?

Aku: ASI.

MS: wah, bagus itu! ASI memang asupan terbaik buat bayi ya bu. jangan lupa untuk memberikan ASI secara eksklusif selama enam bulan ya bu. Apakah ASI-nya cukup bu? Sebab bayi tidak boleh kekurangan nutrisi loh bu.

--aku tau kemana arahnya nih pembicaraan!--

Aku: cukup kok mbak! cukup banget! di kulkas aja ada enam botol ASI beku saking banyaknya! bahkan yang kapan tuh pas mati lampu saya membuang 4 botol ASI beku, soalnya kan udah rusak tuh! (oke, aku lebay! di kulkas saat itu gak sampe 6 botol, n yang dibuang cuma 2 botol :p)

MS: wah, selamat ya bu, ASI-nya banyak sekali. si kecil gak khawatir kekurangan asupan nutrisi ya bu.

Aku: iya.

MS: Ibu bekerja dan masih cuti?

Aku: ya.

MS: Nanti setelah enam bulan ibu akan kembali bekerja?

Aku: tiga bulan!

MS: oh, tiga bulan... selama bekerja, si kecil minum susu apa bu? kalo boleh saya sarankan, susu B** saja bu.. karena vitamin dan mineralnya cocok untuk bayi di bawah enam bulan, belum lagi AA dan DHA-nya (bla..bla..bla.. dia nyebutin kelebihan susunya). ingat loh bu, bayi kan tidak boleh kekurangan nutrisi. (yaelah tau!)

Aku: saya berencana ngasih ASI perah.

MS: begitu ya bu... bagus itu bu.. memang harus ASI sampai enam bulan ya bu. Nanti setelah enam bulan jangan lupa dikenalkan dengan makanan pendamping ASI ya bu. Bubur susu, misalnya...

Aku: iya mbak, saya berencana membuat sendiri kok, makanan buat anak saya.

MS: oh, bagus itu bu... jadi makanannya terjamin ya bu.. Jangan lupa diberi susu loh bu, bayi kan belum bisa lepas dari susunya. Susu B** juga ada yang untuk bayi di atas enam bulan, bu.

Aku: saya akan pakai ASI perah, mbak.

MS: Oh, iya..iya.. benar juga.. Kalo boleh tau, ibu minum susu khusus ibu menyusui?

Aku: kadang-kadang.

MS: Kok kadang-kadang sih bu? susu ibu menyusui itu penting loh bu, untuk menjaga kualitas ASI ibu, karena susu tersebut mengandung AA dan DHA serta vitamin dan mineral lain yang penting untuk bayi. Sebaiknya ibu minum susu P******* L*******. karena itu susu khusus ibu menyusui, bu.

Aku: saya lebih suka susu UHT, susu ibu menyusui rasanya gak enak! terutama bikinan perusahaannya mbak! (hehehe.. emang gitu kok kenyataannya)

MS: tapi susu UHT kan tidak cukup kandungan vitamin dan mineral yang ibu dan bayi butuhkan, bu.

Aku: kan makanan saya cukup vitamin dan mineral, mbak.

MS: baik kalo begitu. kalo rasanya kurang enak, ibu bisa memodifikasi susunya kok bu. Ibu bisa membuatnya menjadi saus puding, atau milkshake, begitu (dia menyebutkan resep bikin puding susu menyusui)

Aku: mbak, kalo saya punya waktu untuk bikin milkshake atau semacamnya, mendingan saya pakai untuk maen dengan bayi saya, mbak!

MS: baiklah kalo begitu bu... nanti setelah si kecil berusia satu tahun, jangan lupa dikenalkan dengan susu formula ya bu.. supaya gampang disapih pada saatnya nanti.. Ibu bisa mengenalkan si kecil dengan susu *** (bla...bla..bla.. dia mulai menyebutkan merk-merk susu bubuk dari perusahaannya plus kelebihan-kelebihannya.. sayangnya dia gak nyebutin kekurangannya. bahwa susu bubuk itu vitamin dan mineralnya semua bukan asli dari susunya, karena vitamin n mineral susu sudah hilang seiring pembubukan susu itu)

Aku: iya, liat ntar aja deh mbak. (aku males nerusin pembicaraan, soalnya ku berencana mengenalkan susu UHT ke Zee setelah dia satu tahu. say no to susu bubuk! kecuali suangat terpaksa sekali, susu UHT gak beredar di pasaran, yang ada cuma susu bubuk, susu pasteurisasi juga gak ada, barulah pilihan terakhirnya susu bubuk!)

MS: baik bu, jika ibu ada pertanyaan, silakan ibu menghubungi nomer yang ada di kemasan susu p******* ibu, bebas pulsa ya bu.

Aku: iya (pengen cepet2 brenti, Zee dah nangis minta susu)

MS: baik, bu.. terima kasih.

Aku: ya.

~~~

Aku heran, dia berani nyoba nawarin susu formula padahal tau anakku belum enam bulan!!! Dan juga dia getol banget ngasih iklan tentang susu bubuk. Orang yang gak tau bakal kemakan iklan n nyangkain bahwa susu bubuk lebih bagus dari susu UHT. Padahal jauh bagusan susu UHT, soalnya susu UHT kan masih berbentuk cair, gak dibubukkan, jadi vitamin dan mineralnya masih asli vitamin n mineral susu. Kalo susu bubuk, vitamin n mineral susunya sudah hilang, vitamin n mineral yang ada itu ditambahkan ke susunya, jadi gak asli dari susunya!

ckckck... para ibu, banyaklah belajar.. jangan kemakan iklan... ^_^


*copas dari note di FB saya...*


Blog EntryNov 6, '10 2:11 AM
for everyone
Kehadirannya benar-benar dramatis. Belum ada kontraksi walaupun usianya sudah lewat dari 40 minggu. Dan ketika ada kontraksi, ternyata tidak ada pembukaan sama sekali.

Berpacu dengan waktu karena plasenta yang mengapur, sambil menahan sakit lima menit sekali dengan durasi satu menit, Ayah dan Bunda Zee mengelilingi Kota Pangkalpinang, mencari diagnosa terbaik untuk Zee.

Ketika kesimpulannya adalah tindakan operasi, Ayah dan Bunda Zee sesaat tertegun, namun lama-kelamaan menyadari... "Syukurlah ada jalan keluar: Operasi. Daripada tidak ada jalan sama sekali!"

Jadwal pun dibuat. Pukul sembilan malam hari itu juga! Kabar berita dikirim dan memohon doa serta kekuatan.

Pukul delapan malam, Bunda Zee sudah berada di atas meja persiapan operasi. Ketakutan pun menyerang. Keberanian tak bersisa. Seakan-akan ingin menyerah saja apabila Allah SWT. tidak mengirimkan malaikatnya yang berupa Ayah Zee yang selalu memegang tangan Bunda Zee untuk berbagi kekuatan. Sementara, Zee terasa gelisah sekali. Gerakannya banyak sekali. Padahal usianya sudah 40 minggu dan menurut teori harusnya dia sudah tidak lagi banyak bergerak.

Pukul sepuluh malam, meja persiapan operasi di giring menuju ruang steril tempat operasi selama 20 menit itu dilaksanakan. Ayah Zee sudah tidak boleh mendampingi Bunda Zee lagi. Keberanian Bunda Zee tiba-tiba menguap. Kalo saja Bunda Zee tidak ingat akan Tuhan, mungkin dia akan turun dari meja operasi dan berlari. Pasrah akan nasib bahwa mereka bisa kehilangan nyawa bersama-sama, Zee dan Bundanya.

Tubuh Bunda Zee tidak berhenti gemetar. Awalnya kaki, lalu tangan - ketika kaki jadi mati rasa karena bius epidural.Bahkan sampai ketika tangis Zee terdengar, perut Bunda Zee dijahit, operasi selesai, dan juga Zee dicobakan untuk menyusu.

Tapi Alhamdulillah. Semua itu telah terlewati. Zee sekarang telah menjadi bagian dari hidup Ayah dan Bunda Zee. Menghibur hati yang gundah. Prioritas utama dalam segala pengambilan keputusan. Curahan cinta semua orang.

Zee, adalah anugerah terindah yang pernah diberikan Allah SWT pada Ayah dan Bunda Zee.

Jadilah anak yang sholeh, Zee... seperti doa Ayah dan Bunda Zee setiap saat ketika Zee masih ada dalam kandungan Bunda.

Ada-ada saja permintaan manusia! Waktu belum hamil, minta hamil. Pas dikasih hamil, dan ternyata "berat", minta lekas-lekas waktu berlalu hingga bisa melahirkan... Pas udah deket-deket waktu melahirkan, pengen terus hamil alias berat banget meninggalkan masa-masa kehamilan.. hehehe...

Menyenangkan sekali memilah-milih baju-baju bayi. Baju-baju untuk newborn sangat lucu! Imut sekali! Celananya juga... Pokoknya menyenangkan sekali.

Membeli hanger untuk jemuran bajunya saja sudah bikin aku tersenyum. Bentuknya itu loh, kecil sekali. Belum lagi bantal-gulingnya. Ah, benar-benar menyenangkan!

Sekarang pernak-pernik dia sudah hampir lengkap. Kalaupun belum lengkap, itu karena keterbatasan dana, dan prioritas saja.. (masih sempat lah, kalau nunggu hadiah :p)

Tapi ada yang bikin sedih di hatiku. Kenyataan aku akan berpisah dengan anak yang selama 38 minggu ini selalu setia bersamaku. Kenyataan bahwa dia akan hidup terpisah dariku, dan menjadi individu yang berbeda denganku. Kenyataan bahwa dia tidak akan lagi sepenuhnya bergantung padaku. Sedih T_T

Pasti aku akan merindukan tendangan-tendangan "egois" dia di tengah malam. Tendangan dan Tinju protes karena aku lupa makan gara-gara mengantuk. Atau karena aku salah posisi tidur. Atau cuma karena aku menangis. Iya, jika aku menangis, dia akan marah sekali sama aku.

Pasti aku akan merindukan tendangan dan tinju jawaban dia saat aku ajak bicara. Masih lama waktukku untuk bisa menangkap respon jawaban dia jika dia sudah lahir nanti.

Pasti aku akan merindukan itu semua.

Tapi, aku yang jelas merasa senang. Karena sebentar lagi, anakku akan lahir dan bergabung sebagai anggota keluarga kami. Namanya akan tercantum dalam Kartu Keluarga dengan namaku yang tertulis sebagai ibunya.

Aku senang karena akan bisa memeluk dan memandang dirinya. Hal yang belum bisa aku lakukan saat dia ada dalam perutku.

Dasar manusia, ya? Tidak ada puasnya! ^_^

Blog EntryOct 11, '10 5:22 AM
for everyone
Jilbab? Dulu, waktu SMP, ada dua teman sekelas saya yang berjilbab. Dua-duanya adalah anak imam masjid. Ya, yang ada di pikiran saya tentang jilbab adalah: “digunakan oleh murid MTsN dan MAN, murid pesantren, atau anak kyai besar.” Ditambah lagi dalam keluarga, kami hanya diajarkan untuk menjaga kesopanan (baju tidak terbuka) tapi tidak diajarkan untuk berjilbab.

Kisah ini dimulai ketika saya kelas tiga SMP. Terima kasih pada guru Agama Islam saya, Bapak Imaduddin, yang telah mewajibkan semua anak kelas tiga yang perempuan untuk berjilbab saat pelajaran agama. Awalnya, kami semua disuruh menyalin surat An-Nur ayat (31) dan surat Al-Ahzab ayat (59) beserta artinya. Saya pun menyalin surat-surat tersebut berdasarkan perintah. Saat ibu saya melihat saya menyalin surat-surat itu, beliau berkata, “Nak, kapan kira-kira kamu akan berjilbab?”

Sebuah pertanyaan yang saya jawab dengan bengong. Tak pernah terpikir di kepala saya bahwa suatu saat nanti saya akan berjilbab. Apalagi saat itu, ibu saya juga tidak berjilbab. “Kuliah aja, ya, Bunda.” Jawab saya.

“Iya, nanti kuliah, kamu berjilbab, ya!” Kata ibu diikuti anggukan saya.

Ada satu yang saya syukuri selama saya kelas tiga SMP dan “terpaksa” berjilbab saat pelajaran agama. Saya merasa, jika saya keluar rumah dengan jilbab, maka saya baru akan membuka jilbab itu saat sudah di rumah. Jadi, walaupun pelajaran agama itu hanya 2 kali 45 menit, tapi Alhamdulillah, saya berjilbab seharian.

Sebuah hidayah menghampiri saya di tempat yang tidak biasa.

Selepas SMP, saya diterima di SMU Taruna Nusantara. Sebuah sekolah gratis berasrama dengan basis semi-militer. Di sana kebersamaan dan keberagaman diutamakan. Karena itu, saya melihat ada dua teman saya (satu dari Aceh, satu dari Padang) melepas jilbabnya seletah diterima di SMU ini. Alasan pihak sekolah sih, "Jilbab menimbulkan suatu perbedaan." Tapi siapa sangka, di tempat sesekuler ini, hidayah itu datang pada saya.

Suatu ketika, dalam sebuah barisan sepulang dari ruang makan, saya mendengar beberapa teman berdiskusi sambil berbisik. Ada nama Masjid disebut di situ. Ada nama abang dan kakak yang aktif dalam kegiatan Agama Islam disebut di situ. Saya pun penasaran.

Sesampainya di graha (asrama) saya, saya hampiri seorang teman yang saya tahu dia terlibat dalam diskusi tadi. “Tadi pada ngomongin apa, sih?” Tanya saya.

“Kita pengen ngusahain jilbab boleh dipake di TN!” Jawab teman saya pelan sekali. Dia takut hal ini terdengar orang yang “tidak berkepentingan.”

“Aku ikutan, donk!” Entah apa yang membuat saya berkata begitu. Saya sama sekali tidak berpikir! Saya tidak tahu apa yang saya pikirkan sehingga saya tiba-tiba berkata ingin ikut dalam perjuangan berjilbab di TN.

Setahun kemudian, seorang teman lain menghampiri saya.

“Katanya kamu pengen ikutan berjilbab, ya?” Bisiknya.

Saya mencerna dulu kata-katanya. Memangnya iya ya, saya pernah berkata seperti itu? Ah, iya. Saya memang pernah minta untuk dilibatkan dalam perjuangan berjilbab di TN.

“Iya.” Jawab saya mantap setelah saya ingat bahwa saya memang pernah berkata begitu.

“Kalau gitu, tar habis apel malam, kita kumpul di lobi Graha Kelas Dua!”

Malam itu, saya pun ikut berkumpul di lobi Graha Kelas Dua. Dan sejak saat itu, saya pun aktif ikut dalam perjuangan berjilbab di TN. Kami sempat berjilbab dari tanggal 24 Maret 2000 sampai 6 Mei 2000. Ya, jilbab kami HARUS DILEPAS pada tanggal tersebut. Tidak usah saya jelaskan bagaimana rasanya! Serasa ditelanjangi, kawan! Bahkan saat itu, langit pun menangis! Hujan turun deras sekali saat Kepala Sekolah memerintahkan kami untuk membuka jilbab kami atau kami akan dikeluarkan dari sekolah.

Hampir saja para jilbaber memutuskan untuk keluar, kalau saja tidak ada yang mengingatkan bahwa kami dibutuhkan untuk meneruskan perjuangan. Kalau kami keluar, siapa yang akan terus berjuang?

Dan setahun kemudian, pada hari Kartini tahun 2001, kami memutuskan untuk berjilbab kembali, walaupun tidak disetujui oleh pihak sekolah. Alhamdulillah, pada hari ulang tahun saya ke tujuh belas, 27 April 2001, jilbab dilegalkan dipakai di SMU Taruna Nusantara.

Tapi, ada hal lucu yang terjadi. Di sekolah saya itu bukan hanya prestasi akademik yang menentukan kelulusan siswanya. Ada tiga aspek penilaian untuk lulus, yaitu Akademik, Kesamaptaan (Olah Raga), dan Kepribadian. Tahukah kawan, nilai kepribadian siswa yang berjilbab diturunkan semuanya! (termasuk nilai saya…) Untung saja nilai akademik dan samapta saya masih bisa menutupi lubang yang ditimbulkan oleh nilai kepribadian. Kalau tidak, mungkin saya tidak akan lulus SMA, hehehe…

Sekarang saya dengar, siswa yang akan masuk SMA ini wajib menandatangani perjanjian untuk tidak akan berjilbab selama pendidikan.

Begitulah cerita tentang jilbab pertama saya. Sebuah hidayah yang datang di tempat yang tidak disangka-sangka. Namun, saya merasakan betapa manisnya sebuah perjuangan bersama saudara-saudara sesama muslim. Karena perjuangan manis itulah, saya bertahan untuk tetap memakai jilbab saya di tempat-tempat yang mewajibkan saya berjilbab.

Saya mohon doa kawan-kawan semua, semoga adik-adik kelas saya nantinya akan diperbolehkan memakai jilbab selama sekolah. Agar hidayah itu dapat menyebar bagai angin semilir, menyejukkan hati setiap insan yang dilewatinya. Amiin…

InsyaAllah diikutsertakan di lombanya Uni Dhian di sini: http://cambai.multiply.com/journal/item/339/Lomba_Menulis_Tema_Jilbab_Pertama_ku..._

Blog EntrySep 20, '10 11:49 PM
for everyone
Pasti pernah dapet sms kayak gitu kan?

Tahun lalu aku pernah dapet sms kayak gini "Anda memiliki 5 pesan suara dari nomor +62878xxxxxxxx, untuk mendengarkan, ketik BAGI spasi 3000 spasi +62878xxxxxxxx kirim ke 123 sebanyak 5 kali."

Kalo gak aware, kita akan ngirimin si +62878xxx itu pulsa sebanyak 15ribu rupiah loh

Mungkin sadar kalo modus itu gak efektif lagi, modusnya ganti...

"Bu, nama saya Hariyanto, mohon kirimi saya pulsa karena ayah saya sedang kritis."

Ayah sedang kritis kok mintanya pulsa?

"Tolong saya, saya mengalami kecelakaan di hutan, bisa kirimi saya pulsa sebesar 50ribu agar saya bisa menghubungi keluarga saya?"

Tapi dia punya pulsa buat ngirimin kita sms?.............

Ini yang paling lucu buat aku...

"Dek, tolong belikan mama pulsa As, ya! 50 ribu, nanti mama ganti."

Sms yang ini bikin aku tergelitik untuk balas: "Tar, Ma! di luar lagi ujan!" -kebetulan emang lagi ujan di luar- hehehe...

*Masih untung aku gak balas... "aku gak punya mama... hiks..hiks..."



Akhir-akhir ini sedang ngetren di situs jejaring sosial tetangga, sebuah permainan otak-atik kata yang berjudul Teektak. Hampir tiap hari aku melihat status baru yang muncul secara otomatis jika kita baru saja bermain permainan ini.

Permainan ini menguji kemampuan kosakata bahasa Indonesia kita. Di sana ada beberapa huruf yang diacak, dan kita dituntut untuk menyusun huruf-huruf tersebut menjadi sebuah kata dalam bahasa Indonesia.

Makin banyak kata yang kita susun, makin besar nilai kita. Jika kata yang kita kumpulnya berjumlah 50-100 kata, kita akan mendapat ijazah SD. 101-200 kata, ijazah SMP. Dan seterusnya sampai ijazah profesor.

Awalnya aku pikir gampang-gampang saja bermain Teektak. Tapi, saat aku mencobanya... Uma ai... ngalih banar! (*susah sekali-- bahasa Banjar).

Yang ada dipikiranku malah kata-kata dalam bahasa Inggris

Sebegitu miminnya kah kosakata bahasa Indonesiaku?

Dalam permainan ini aku baru mendapatkan ijazah SMP, karena baru bisa mengumpulkan sekitar 120 kata. Menyedihkan sekali. Sepertinya aku harus banyak belajar lagi... Banyak membaca lagi... Masa bahasa ibu sendiri gak dikuasai dengan baik?

Bagaimana dengan kamu?

Blog EntryAug 30, '10 3:45 AM
for everyone
Seorang kawan perempuan yang sekarang sudah menikah dan memiliki dua anak mengajak aku ke tempat kos-kosannya. Sesampainya di sana, aku diajak untuk ikut kemping Ramadhan dengan kawan-kawan Multiply lainnya. Wah, senang sekali. Apalagi baru tahun ini aku benar-benar aktif di Multiply.

Dan saat aku membuka inbox Multiply-ku, aku melihat banyak sekali Notes atau Blog yang mengulas tentang kemping Ramadhan Multiply tahun yang lalu, serta harapan mereka akan kemping tahun ini. Sungguh, hati ini iri rasanya! Coba tahun lalu aku ikutan, ya?

Terbayang sudah betapa bahagianya hatiku bisa ikut kemping tahun ini. Bertemu kawan-kawan lama yang sudah lama tidak bersua, juga bertemu kawan-kawan baru yang selama ini aku kenal cuma dari tulisannya.

Tapi sayang sekali, aku tidak bisa ikutan kemping itu. Karena saat aku dan Abangku siap-siap berangkat, alarm tanda pukul 03:30 telah berbunyi. Artinya aku harus bangun dan menyiapkan sahur untukku dan suamiku tercinta.

Yah... ternyata kemping itu cuma mimpi T_T

Bener, loh! Ternyata ada mimpi yang lebih buruk ketimbang mimpi dikejar setan.

Beberapa tahun yang lalu, aku mengalami mimpi terburukku (saat itu). Yaitu, mimpi harus keluar rumah dalam keadaan tanpa jilbab, bahkan tanpa busana.

Aku gak bisa lagi mengungkapkan betapa malunya, takutnya, dan gak enaknya perasaan aku saat itu. Padahal cuma mimpi, tapi kalau aku ingat mimpi itu saat ini, perasaan yang sama muncul lagi.

Mengerikan sekali, jika harus buka jilbab di depan orang yang tidak berhak melihat aurat kita T_T

Dan malam tadi, aku bermimpi hal yang ternyata jauh mebih buruk dari mimpiku waktu itu. Aku mimpi melakukan hubungan suami istri, dengan suamiku, pada pukul setengah enam sore (magrib-nya pukul enam lewat sepuluh) di bulan Ramadhan.

Waduh... T_T

Mimpi yang buruk sekali, kan? Saat itu perasaanku campur aduk, mengingat harus membayar denda dua bulan puasa berturut-turut. Belum lagi puasaku jadi gak full satu bulan. Duh, mimpi yang sangat buruk T_T

Ternyata ada mimpi yang lebih buruk ketimbang mimpi dikejar setan T_T

Blog EntryAug 23, '10 11:29 PM
for everyone
Percakapan pada suatu sore di kantor. Pekerjaan sudah selesai,sehingga kami santai-santai ngenet di laptop masing-masing.

Temanku: "Syari, kamu dapat resep sate dari mana?"
Aku: "Dari internet."
Temanku: "Aku cari juga bisa gak ya?"
Aku: "Yaudah, cari aja! Ketik aja nama masakan yang kamu mau."

Beberapa saat kemudian...

Temanku: "Syar, mana kok gak ada?"

Aku ngintip laptop dia...

Aku: "Kalo mo cari sesuatu, mending carinya di gugel! Jangan di fesbuk, ya!"

Nah... buat temen-temen di multiply... kalo mo cari sesuatu, mending carinya di mesin pencari, ya...jangan di MP :p

Blog EntryAug 23, '10 4:13 AM
for everyone
Percakapan di suatu hari Minggu sore, di atas tempat tidur, sambil bermalas-malasan, saat listrik mati dari pukul 7 pagi hingga sore nan panas itu...

Aku: (sibuk memperbaiki letak headphone di perutku) "Bang, kalo aku ini bukan mammalia, tapi aves, aku nih ceritanya lagi mengerami telur, ya?"

Bang Zee: (sibuk maen Narnia di NDSLite-ku) "Iya." (memandangku sambil nyengir)

Memang kalo dipikir-pikir, aku ini sama seperti induk ayam yang mengerami telurnya. Telurnya baru ditinggal kalo sudah matang, dan sang anak sudah bisa keluar dari telur untuk hidup di dunia bebas.

Aku "mengerami" anakku di dalam rahimku sampai dia matang dan siap keluar untuk hidup di dunia bebas.

Sama saja ya, ternyata... Hehehe...

Blog EntryAug 15, '10 10:22 PM
for everyone
Terjawab sudah!

Kenapa jerawatku mulai bermunculan sejak pertama positif hamil.
Kenapa aku nyaman banget berpenampilan tanpa dandanan.
Kenapa aku suka banget sama daging selama hamil, walaupun sayur tetep gak nolak ^_^
Kenapa aku sangat pecicilan :p

Semua terjawab sudah. :D

Jawabannya kudapatkan secara tidak sengaja saat aku berkonsultasi dengan obgyn-ku. Dan Jawaban itu membuat aku dan suamiku sangat bahagia.

Ternyata memang harus menunggu bulan Ramadhan yang penuh berkah ini supaya aku tahu jawabannya. Menyenangkan sekali ^_^

Akhirnya aku tahu jenis kelamin calon bayiku ^_^

Ini komplen aku buat sebuah stasiun tivi swasta yang namanya sama dengan nama kota di Provinsi Lampung, yaitu Kota Metro. Sebuah stasiun tivi swasta yang memilih genre berita untuk acara-acaranya. Sebuah stasiun tivi swasta yang penyiar dan reporternya selalu mengeja kata "CINA" dengan "CAYNA" (inkonsistensi yang sangat konsisten!).

Komplen aku sama stasiun tivi swasta ini bukan hanya pengejaan kata "CINA" dengan "CAYNA", tapi juga tentang Adzan Subuhnya.

Ini bulan Ramadhan, kan? Dimana umat muslim berpuasa sejak adzan subuh selesai sampai adzan magrib dimulai.

Sebagai umat muslim yang sahur di akhir waktu, aku punya kebiasaan minum air putih saat adzan subuh. Biasanya, untuk adzan subuh di samping rumah, aku bisa minum sekitar 8-9 teguk. Nah, ketika aku mendengar adzan subuh di stasiun tivi ini, aku cuma bisa meneguk 3-4 tegukan air putih. Baru saja "Allahu akbar" pertama, kok ya tiba-tiba sudah "Ashsholatukhoirun minannaum"? cepet amat yak?

Untung saja adzan di tivi dikumandangkan lebih dulu dari adzan di deket rumah (waktu sholat Jakarta lebih awal semenit-dua menit ketimbang Pangkalpinang), jadi pas adzan di deket rumah mulai, adzan itulah yang aku jadiin patokan untuk puasa.

Duh, di bulan Ramadhan, mbok ya adzan subuhnya jangan cepet-cepet, toh ya! Kasian yang baru bangun pas subuh, masa cuma bisa sahur 4 tegun air putih? ckckck...

Blog EntryAug 12, '10 4:44 AM
for everyone
Siapa bilang janin gak bisa puasa? Alhamdulillah selama aku puasa, bayi dalam kandunganku pun ikutan puasa, walaupun tetap banyak tendangannya :p

Dia membangunkan aku saat sahur. Dia ngingetin aku untuk makan setelah berbuka, dan makan lagi dua jam berikutnya :D

Dia memang banyak gerak, tapi gak sebanyak kalau aku gak puasa...
Dia anak yang baik ^_^

Dan yang lebih pintar lagi, dia ikutan tidur saat waktu tidurku tiba. Gak kayak sebelum bulan Ramadhan.. kadang sampai jam 12 malam aku gak bisa tidur gara-gara dia belum tidur. Nendang terus... Mana bisa tidur kalo perutku ditendangin melulu? T_T hahaha...

Ternyata berpuasa ada manfaatnya buat anakku :p

Blog EntryAug 9, '10 4:57 AM
for everyone
Inget iklan mi instan itu? Yang sekarang diubah dialognya gara-gara (mungkin) karena banyak yang protes? -- anak kok diajarin boong! --

Iklan itu bikin aku inget waktu aku TK loh, aku pernah jawab pertanyaan seorang dewasa dengan jawaban itu. (Siapa orang dewasanya, aku gak terlalu ingat).

Waktu itu umurku 3 tahun, dan aku bersekolah di TK Negeri, Jl. Centeh, Bandung, di kelas nol kecil. Sepulang sekolah, -- tapi masih di lingkungan sekolah, entah kenapa, mungkin karena orang tuaku masih berbicara dengan orang tua murid lain atau apalah -- aku bermain-main di halaman sekolahku dengan teman-teman.

Ada seorang dewasa yang menghampiri aku dan bertanya, "Dek, adek dijemput mama, ya?"

Tanpa memandang orang itu aku menjawab, "Aku gak punya mama!"

"Oh, kalau gitu, dijemput papa, ya?"

"Aku gak punya papa!" Jawabku.

Entahlah, mungkin dia bingung. Lalu dia bertanya lagi, "Loh, yang jemput adek siapa, donk?"

"Oh, itu bunda!" Jawabku masih dengan cuek bebek. ^_^

Ya, aku gak manggil orang tuaku dengan panggilan papa-mama tapi ayah-bunda, sedangkan waktu itu, panggilan yang lagi ngetren adalah papa-mama. Wajarlah kalau orang itu bertanya papa-mama untuk nyebut orang tuaku.

Dan karena gak ada yang pernah ngajarin aku bahwa papa-mama adalah sama dengan ayah-bunda (buatku papa-mama adalah orang tua teman-temanku, sedangkan orang tuaku adalah ayah-bunda), maka jangan salahkan aku kalau aku menjawab dengan: "aku gak punya papa!"

Hehehe...

Alhamdulillah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan lagi.. dan alhamdulillah, buatku, ini adalah Ramadhan kedua yang aku jalani sebagai seorang istri (sekaligus Kepala Koki di dapur :p)

Paling nggak, tahun ini gak cuma ibadah rohani yang bisa aku jalankan. Soalnya, kemampuan masak aku meningkat dari tahun kemarin. Artinya, ibadah duniawi juga bisa aku jalankan... "menyenangkan hati suami" hehehe...

Coba dihitung, ya... Tumis Melinjo Teri... Asam Padeh Ikan dan Daging... Sambal Goreng Tempe dan Daging... Spaghetti Bolognese... dan masakan-masakan "gampang" lainnya :D

Semangat menyambut bulan Ramadhan!!!

"Wah, apa kabar? Udah isi, belom?"
"Gimana? Udah ada momongan?"
"KB, ya? Kok gak hamil-hamil?"

Dan pertanyaan-pertanyaan sejenis lainnya!

Walaupun Anda tahu bahwa pasangan di hadapan Anda telah menikah selama bertahun-tahun, tapi jika mereka belum dikaruniai anak, saya mohon, jangan bertanya tentang kehamilan kepada mereka terutama pada sang istri!

Saya dan Bang Zee sudah setahun menikah sebelum akhirnya Allah SWT memercayakan kepada kami sesosok bayi dalam kandungan saya. Selama setahun itu, saya dan Bang Zee nyaris lelah dan putus asa berusaha punya keturunan hanya karena pertanyaan-pertanyaan tidak penting dari orang-orang yang "sok perhatian"

Terutama saya.

Perempuan itu gampang sekali tertekan. Pertanyaan tentang kehamilan yang tak kunjung tiba membuat beban psikologis tersendiri buat saya. Saya bahkan nyaris jadi pasien DSKj, loh!

Karena itu, walaupun sekarang saya sudah hamil, pertanyaan tentang kehamilan masih sering saya abaikan.

Memangnya tidak ada pertanyaan lain selain: "dah isi, belom?"
Tanyakan tentang kesehatan, kek...
Kabar ayah-bunda di kampung, kek...
Kesibukan akhir-akhir ini, kek...
Kurang kreatif, ah...

Hahaha, berlebihan, ya marahnya? Iya, soalnya saya kesal sekali!

Makanya, saya bertahan untuk tidak bertanya tentang kehamilan pada teman saya yang saya belum yakin apa dia sudah punya anak atau belum. Kalau sudah pasti bahwa dia punya anak, maka saya akan bertanya tentang anaknya. Jika dia belum punya anak, saya tidak akan menyinggung kehamilan.

Karena apapun alasannya, KB atau belum dipercaya Tuhan, kehamilan adalah hak mutlak pasangan itu. Tidak perlu ditanya, jika memang hamil, mereka akan memberitahu kita berita bahagia itu.

Pertanyaan tentang kehamilan yang ditujukan pada perempuan yang belum juga hamil, bisa menekan perasaannya, yang akhirnya membuat dia jadi kurang produktif. Perempuan stress kan kurang produktif! Semua juga tahu itu..

Tidak mau, kan, membuat kawan baik kita jadi kurang produktif? ^_^

Blog EntryAug 5, '10 5:37 AM
for everyone
"Mum, I'm sorry!"

Aku nelpon bunda sambil meringis. Punggungku nyeri bagai ditusuk-tusuk. Nyeri sekali!
Ditambah lagi ulu hatiku mulai sakit... Penyakit ibu hamil!

Gimana aku gak nelepon bundaku n minta maaf, sementara aku tau bahwa hamil itu semenyakitkan ini? Belum lagi kalau orang-orang cerita bahwa bunda mesti nunggu 3 hari sebelum aku lahir. Bunda masuk rumah sakit tanggal 24, aku lahir tanggal 27.

"Kalo jaman dulu dah musim caesar kayak sekarang, Nak. Bunda pasti udah di-caesar." Begitu cerita bunda ke aku.

Sekarang aku jadi calon ibu, seperti bunda 27 tahun yang lalu. Aku pun merasakan suka-dukanya hamil dan membawa jabang bayi kemana-mana.

Jerawat bermunculan, biang keringat yang lama gak muncul tiba-tiba menjamur, mual dan capek di trimester pertama, dan sakit punggung gak nahan sekarang.

"Maafkan Kakak, Bunda. Kakak udah jadi anak yang nakal selama ini. Suka membantah Bunda."

"Memang gitu rasanya hamil, Nak. Nikmati saja jadi orang tua!" Cuma itu pesan bundaku.

Blog EntryAug 1, '10 10:24 PM
for everyone
Hehehe.. lagi-lagi soal kehamilan.. pagi-pagi dah ngomongin pregnancy.. maklumin aja lah.. euforia anak pertama :p

Tapi bener loh, awal-awal hamil, aku ditakut-takutin sama temen-temenku yang senior, yang udah punya dua sampe empat anak, dan anak-anaknya udah pada kuliah..

"Nanti, kalo dah umur lima bulan, perutmu tuh berbercak-bercak merah,loh!"
"Tar kalo rambut anaknya dah tumbuh, gatel banget tuh perut! jangan digaruk! tar pecah-pecah!"
"Hahaha.. sabar, ya! ibu hamil itu perutnya tar jelek banget loh! ada garis-garis merahnya."

Dan kalimat-kalimat senada lainnya.

Ya ampun.. aku jadi takut! Stretch Mark? Hiiii... Stretch Mark kan gak bisa ilang.. Tar badanku jelek selamanya donk?

Aku langsung berburu informasi tentang mengatasi stretch mark selama hamil. Ikut forum hamil sana-sini. Mulai dari yang lingkungan lokal Indonesia, sampe yang forum berbahasa Inggris, yang untuk paham aku perlu bantuan Oom Gugel gara-gara banyak banget kata-kata yang gak pernah aku pake. Semua itu demi mencari solusi supaya perutku gak berbercak-bercak merah mengerikan.. T_T

Akhirnya aku dapat informasi bahwa body butter dan minyak zaitun adalah produk efektif mengatasi stretch mark.

Tahu, gak? Aku langsung mengombinasikan minyak zaitun dan body butter itu! Untung aja di supermarket ada zaitun body butter, aku bisa pake body butter itu dua kali sehari, kadang lebih!

Harusnya aku make body butter tuh ntaran, kalo usia kandunganku dah lima bulan. Tapi saking takutnya sama garis-garis merah jelek itu, aku make body butter dari sejak usia kandunganku 2 bulan

Hasilnya? Alhamdulillah, gak ada tanda-tanda bercak-bercak merah walau segarispun di perutku.

Senangnya.. ^_^

Pages:12345